Ikhtiar yang diperbolehkan
Hukum dasar imunisasi adalah mubah: upaya membangun kekebalan dan mencegah penyakit.
Imunisasi membantu si kecil tumbuh dengan perlindungan dari penyakit berbahaya. Yuk, kenali manfaatnya dan dampingi setiap langkahnya.
Anak didampingi. Orang tua memahami.
Imunisasi menjadi lebih tenang.
Dampingi hari ini.
Lindungi masa depannya.
Penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi
Lengkapi imunisasi sesuai usia.
Periksa catatan di Buku KIA.
Bila ada keluhan, hubungi petugas.
Tanda darurat? Segera ke fasilitas kesehatan.
IMUNISASI & KEYAKINAN
Masih ragu tentang halal atau hukum vaksin? Pertanyaan Anda layak didengar. Mari membaca rujukannya dan membicarakannya dengan tenang.
وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا
“Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia.”
Dalam ayat lengkap, Allah menyampaikan ketetapan bagi Bani Israil mengenai nilai kehidupan manusia. Ayat ini juga dirujuk dalam landasan Fatwa MUI No. 4 Tahun 2016 tentang imunisasi.
Untuk penerapannya pada imunisasi, mari baca ketentuan fatwa di bawah, termasuk kehalalan vaksin dan penilaian kondisi anak oleh tenaga kesehatan. Pertanyaan tentang keyakinan dapat dibahas bersama ulama yang Anda percaya.
Hukum dasar imunisasi adalah mubah: upaya membangun kekebalan dan mencegah penyakit.
Vaksin wajib halal dan suci; penggunaan bahan haram atau najis pada dasarnya dilarang.
Darurat terkait ancaman jiwa; al-hajat terkait risiko penyakit berat atau kecacatan. Ketiga syarat dibaca bersama.
Imunisasi menjadi wajib bila tanpa imunisasi akan terjadi kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, menurut ahli kompeten dan tepercaya. Imunisasi tidak boleh diberikan bila ahli tersebut menilai ada dampak membahayakan.
Ringkasan fatwa ini tidak menyatakan semua merek vaksin halal. Tanyakan nama produk yang akan diberikan dan dasar status kehalalan atau kebolehan penggunaannya.
BERTANYA TANPA SUNGKAN
Anda boleh mengajak keluarga atau tokoh agama yang dipercaya saat berdiskusi. Petugas kesehatan menjelaskan kondisi medis; pertanyaan penerapan fatwa dapat dibahas bersama MUI atau ulama yang kompeten.
Diskusikan dengan bidan ↗01 / KENALI MANFAATNYA
PD3I adalah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sentuh kartu untuk mengenali penyakit dan perlindungannya.
Lihat fakta kejadian di Indonesia ↓
FAKTA PD3I DI INDONESIA
Ringkasan laporan nasional untuk memahami pentingnya perlindungan. Baca periode dan jenis angka pada setiap kartu.
Kemenkes · Rilis 26 Februari 2026 ↗
Suspek, kasus terkonfirmasi, dan kematian adalah ukuran berbeda yang dapat saling berkaitan. Angka ini bukan jumlah seluruh infeksi yang pasti terjadi di masyarakat. Persentase kematian tidak dihitung di sini karena pemilihan penyebut harus mengikuti definisi laporan.
Jumlah kejadian, bukan 102 orang sakit. Satu KLB dapat melibatkan banyak pasien.
WHO Indonesia · 11 Agustus 2026 ↗Kemenkes mencatat KLB pertusis di 131 kabupaten/kota, 26 provinsi. Angka KLB bukan jumlah pasien.
Kemenkes · Pekan Imunisasi Dunia ↗Tersebar di 21 provinsi. Ini jumlah wilayah terdampak, bukan jumlah kasus atau jumlah KLB.
Kemenkes · Pekan Imunisasi Dunia ↗Persentase nasional dalam data rutin Kemenkes.
15 kasus terkonfirmasidi 9 provinsi, pada November 2022–Juli 2024, menurut laporan WHO. Ini bukan jumlah kasus tahun 2025 atau 2026.
WHO · 5 September 2025 ↗KLB dinyatakan ditutup. Imunisasi dan surveilans tetap diperlukan agar penularan tidak kembali.
WHO · Pengumuman penutupan KLB ↗Periksa Buku KIA dan diskusikan imunisasi yang terlewat dengan petugas, tanpa menyalahkan anak atau orang tua.
02 / SEBELUM BERANGKAT
Empat persiapan sederhana untuk kunjungan imunisasi. Tandai yang sudah Anda siapkan.
0 dari 4 persiapan selesai
03 / SETELAH IMUNISASI
KIPI adalah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi: kejadian medis setelah imunisasi, yang belum tentu disebabkan oleh vaksin.
KENALI YANG BISA TERJADI
Sebagian besar reaksi ringan bersifat sementara. Waktu muncul dan lamanya dapat berbeda menurut vaksin. Hubungi petugas bila keluhan memburuk, menetap, atau membuat Anda khawatir.
TENANGKAN DAN PANTAU
CERITAKAN KELUHANNYA
Siapkan Buku KIA. Sampaikan tanggal dan jenis imunisasi, kapan keluhan mulai muncul, suhu bila diukur, serta tindakan yang sudah dilakukan. Petugas akan menilai dan membantu tindak lanjut.
Konsultasi dengan bidan ↗Untuk tanda darurat, langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu balasan WhatsApp.
LENGKAPI SESUAI USIA
Pilih usia untuk melihat ringkasan imunisasi rutin bayi dan baduta. Cocokkan dengan Buku KIA dan arahan petugas.
Buka tabel imunisasi interaktif ↗
Jadwal terlewat? Bawa catatan imunisasi untuk menyusun imunisasi kejar bersama petugas. Ada batas usia untuk vaksin tertentu.
Tanyakan jadwal anak →Ringkasan program nasional, bukan jadwal individual. JE diberikan di wilayah endemis/program. Sumber: Kementerian Kesehatan RI.
BUKU KIA / VERSI EDUKASI INTERAKTIF
Jelajahi jadwal rutin dari lahir hingga 18 bulan. Klik vaksin untuk memahami manfaat dan hal yang perlu diperhatikan.
Geser tabel ke samping di HP. Klik nama vaksin atau sel putih untuk melihat detail. Garis hijau hanya menandai kolom usia pilihan.
Warna bukan izin pemberian vaksin. Kuning dan merah muda harus dibaca bersama riwayat dosis, jarak antardosis, batas usia, jenis produk, serta penilaian petugas.
| Jenis vaksin / dosis | 0 bulan Lahir <24 jam | 1 bulan | 2 bulan | 3 bulan | 4 bulan | 5 bulan | 6 bulan | 7 bulan | 8 bulan | 9 bulan | 10 bulan | 11 bulan | 12 bulan | 13 bulan | 14 bulan | 15 bulan | 16 bulan | 17 bulan | 18 bulan |
|---|
* JE khusus wilayah endemis atau program yang berlaku. Tanyakan sasaran dan ketersediaan kepada petugas. Jadwal rotavirus mengikuti rangkaian program pada sumber; batas usia dan produk harus diperiksa petugas.
Menandai usia tepat pemberian imunisasi pada tabel asli.
Rentang usia untuk melengkapi imunisasi bayi dan baduta sesuai ketentuan pada tabel asli.
Untuk imunisasi yang belum lengkap. Petugas memeriksa riwayat dan jarak antardosis.
Dalam tabel asli berarti usia yang tidak diperbolehkan untuk pemberian imunisasi tersebut. Bukan keputusan individual tanpa pemeriksaan.
Kode warna diterapkan pada kolom usia yang ditampilkan, mengacu pada tabel Buku KIA yang diberikan. Setiap bulan dari usia 0 sampai 18 bulan ditampilkan. Warna tidak menandakan anak sudah atau belum menerima vaksin dan tidak menghitung kelayakan imunisasi kejar secara individual.
Sumber: Buku KIA edisi 2024 · Kemenkes, bagian Pelayanan Imunisasi; jadwal dicocokkan dengan jadwal rutin Kemenkes 2025. Ditinjau 26 September 2026.
RUANG UNTUK BERTANYA
Vaksin melindungi dari penyakit tertentu, bukan semua penyakit. Perlindungan berbeda menurut vaksin dan kondisi anak. Lengkapi dosis sesuai anjuran untuk memperoleh perlindungan yang optimal.
Sampaikan gejala, obat yang digunakan, dan riwayat kesehatan kepada petugas. Jangan memutuskan sendiri untuk menunda atau meneruskan imunisasi; petugas akan menilai kondisi anak.
Jangan langsung mengulang sendiri. Bawa Buku KIA agar petugas menilai dosis yang sudah diterima, usia anak, dan jarak antar dosis, lalu menyusun imunisasi kejar yang sesuai.
Baca bagian khusus untuk memahami hukum dasar, ketentuan halal, syarat pengecualian, serta pertanyaan yang dapat dibahas bersama petugas dan tokoh agama.
Pelajari bagian Fatwa MUI →04 / KAMI SIAP MENDAMPINGI
Siapkan Buku KIA dan ceritakan kebutuhan si kecil.
Hubungi lewat WhatsApp ↗WhatsApp untuk konsultasi, bukan layanan gawat darurat.
Puskesmas Sungai Durian
Bidan Siti Masriyah
0813-5205-2871
Jl. Mekar Sari, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Jadwal layanan: konfirmasi kepada petugas.